Tampilkan postingan dengan label Celotehanku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Celotehanku. Tampilkan semua postingan

Rabu, 17 Juli 2013

....Selamat Tinggal....

Diposting oleh fenty indrastuti di 07.41 0 komentar
Selama ini aku sudah sering dikejutkan oleh kabar duka yang datang tiba-tiba. Ya, kabar duka memang selalu datang dengan tiba-tiba krn tak ada seorangpun didunia ini yg tau batas usia seseorang. Tepatnya kemaren tanggal 16juli2013, lagi-lagi aku mendapat berita duka yg dengan seketika membuyarkan alam sadarku. Bukan tentang masalah berita kematian tp aku terdiam akan sebuah nama yg aku terima itu. Nama yang kemudian memutar kembali ingatanku akan semuanya tentang dia.

Ketidakpercayaan akan berita itu muncul begitu kuat. Kenapa bisa begini? kenapa bisa begitu? trs saja menjadi pertanyaan yg berputar tanpa tau jawabannya. Ketidakpercayaan itu mungkin berubah menjadi kewajaran ketika seorang yg meninggal itu sudah berumur atau karena penyakit yg diderita. Sering kita dengar orang mewajarkan orang meninggal dengan kata-kata "yah maklum,,,memang sudah tua" atau "yah maklum,,,sakitnya memang sudah parah". Tapi bagaimana jika orang itu masih muda dan sehat. Maka orang-orang akan menggangap kematian sebagai hal yang sulit untuk dipercaya.

Aku inget waktu dulu baru masuk SMA, temen SMPku Reni meninggal dunia saat usianya blm genap 17tahun. Saat itu tentu saja aku gak percaya kalo orang yg pernah aku kenal itu meninggal dunia secepat itu. Tapi kemudian aku dan orang-orang mulai menerima berita itu krn memang Reni meninggal krn sakit leukimia sejak SMP. Dia sudah sering keluar masuk rumah sakit dan mungkin sudah sangat menderita dengan penyakitnya itu. Kemudian waktu SMA juga aku kehilangan temen semasa SD dulu, Ari. Dia meninggal karena kecelakaan kendaraan bermotor. Lalu, waktu aku kuliah berita duka datang lagi dari temen sewaktu SMA namanya Eko. Dia meninggal krn ditusuk orang. Ya, alasan itu emang cukup membuat orang-orang tidak percaya kenapa hal itu bisa terjadi. 
Dan kemaren tanggal 16Juli2013, berita duka datang dari temen sewaktu SD, SMP, SMA ku. Tentu saja kebersamaan dlm waktu yg tdk sebentar itu membuatku cukup menggenalnya. Dia adalah Dini Arif Setyabudi. Yang meninggal krn dikeroyok sekumpulan orang yg sudah kehilangan logika dan bahkan hati nurani mereka. Semenjak kemaren dan bahkan saat ini aku menuliskan tentang dia, pikiranku masih lumpuh akan sebuah kenyataan berita kematian itu. 
Yang saat ini ingin aku tuliskan tentang dia hanyalah kutipan singkat dari novel tulisan Tere Liye dibukunya yg berjudul"sepotong Hati yang Baru", dalam tulisan ini sang penulis menuliskan sebuah kata "....ada seseorang dalam hidupmu yang ketika ia pergi, maka ia juga akan membawa sepotong hatimu..."   
Entah kenapa aku merasa dia telah membawa pergi separuh hatiku, dan kini yang tersisa tinggal separuh lagi yg tentunya sudah tidak utuh.
Selamat jalan,,,selamat tinggal,,,semoga kamu disana bahagia dalam keabadian

Senin, 01 Juli 2013

Sebuah Perubahan

Diposting oleh fenty indrastuti di 09.55 0 komentar
Selalu saja ada harapan baru disetiap hari baru, seperti juga hari ini, hari pertama dibulan juli. Entah kenapa aku punya kebiasaan yang menurutku aneh, yaitu menyusun list perubahan disetiap hari yang menurutku special. Walaupun sebenernya gak bisa dibilang special juga sih.. Seperti misalnya sekarang ini, kemaren aku bilang sama diri sendiri kalo mulai tanggal 1juli besok aku mesti berubah untuk lebih semangat dan kuat. Anehnya, kenapa keinginan itu gak muncul ditanggal-tanggal sebelumnya? Kalo ingin memulai perubahan yang lebih baik, kenapa harus nunggu sampai tanggal 1 juli? itu juga yang sampai saat ini jadi pertanyaanku sendiri.

Gak cuma itu aja, seringkali keinginan untuk memulai perubahan juga mesti nunggu waktu ulang tahun tiba. "ya Tuhan diulang tahunku yang ke-17 besok, aku akan berubah lebih dewasa, lebih sabar, lebih rajin ibadah, dll." Dan lebih parah lagi kalo niat berubah itu muncul ketika saat pergantian tahun tiba. Mungkin kita terlalu percaya diri kalo Tuhan masih memberikan waktu kita untuk bisa bertemu hari esok.

Minggu, 16 September 2012

Dilarang ganggu!!! Lagi SENSI!!!

Diposting oleh fenty indrastuti di 06.31 0 komentar
Predikat sebagai Job seeker emang baru aja aku sandang setelah lulus kuliah bulan Juli kemaren. Kenapa aku lebih memilih kata Job Seeker? Karena Istilah ini sepertinya lebih enak didengar daripada kebanyakan orang menyebut dengan kata pengganguran. Bener juga kata orang2 yang bilang kalo senengnya orang lulus itu cuma sehari aja dan selanjutnya lebih berat dan menyedihkan daripada proses menuju kelulusan. Eiiitssss...buat yang belum lulus, bukan berarti aku nyuruh kalian biar g lulus2 ya???
Buatku jadi pengganguran itu adalah masa dimana kita diuji untuk banyak2 bersabar, karena godaaan sebagai pengganguran itu lebih besar dibandingkan beban jadi mahasiswa abadi yang g lulus2. Setidaknya kalo masih jadi mahasiswa saat ditanya kerjanya apa dia masih bisa jawab "pelajar" yaah,,meskipun kalo diliat dari segi wajah dan umur g ada pantes2nya jadi mahasiswa. Dan kalopun masih ada pertanyaan lagi semester berapa, dia masih bisa jawab "semester akhir", jawaban yang terdengar ambigu karena semester akhir itu bisa berarti banyak persepsi, tapi orang juga akan memaklumi jawaban itu. Coba kalo pengganguran, saat ditanya masalah status pekerjaan dia cuma bisa jawab "emmm,,,masih mencari kerja" dan percakapan selesai. 
G cuma berhenti dimasalah status pekerjaan, tapi masih ada banyak hal yang bisa bikin para pengganguran jadi SENSITIF... Apalagi dijaman social media seperti sekarang, dimana semua orang selalu men-share segala privasinya untuk umum. Update status itu udah kayak ngedipin mata, baru berapa detik udah update status. Yang bikin sensitif itu ketika ada update status kayak gini "lagi meeting di kantor ni, pengen kabur makan". Aku lebih pengen kabur kelaut setelah baca status kayak gitu.. Belum lagi kalo baca data pribadi diprofil orang2, bersiaplah untuk naik darah wahai pengganguran dimuka bumi ini ketika baca data pribadi mereka yang nulis secara lengkap mulai dari kantor, jabatan plus masa kerja dan bahkan ada juga yang sampe nulis pengalaman kerja. Apa maksudnya coba? Nulisnya macem2, ada juga yang kayak gini "manager di PT.Maju Mundur G Maju Lagi", "Customer Service di Organisasi Cewek Cantik"... Selain itu ada lagi yang bikin buka social media kayak facebook, twitter itu bikin gerah kepanasan, yaitu dimana kita liat secara langsung orang2 pada upload foto mereka pas lagi ditempat kerja, biasanya fotonya itu bernuansa pake Seragam Kantor yang sama trs album fotonya dikasih judul "Aktifitas di kantor". Bahkan ada juga orang2 yang ekstrim dengan upload foto name tag mereka sambil bergaya megang name tag nya... Salah satu fasilitas di facebook yang belakangan ini mulai terasa sangat menggangu yaitu dengan adanya fasilitas chatting. Dulu fasilitas ini aku rasakan sebagai salah satu media yang bisa bikin waktu itu berlalu dengan cepat, karena saat ngobrol sama temen atau gebetan mau berapa jam mantengin layar laptop seneng2 aja. Sedangkan sekarang, kalo ada orang yang mulai ngajak chatting itu akan sama artinya dengan mereka ngajak perang. Pertanyaan super nyebelin yang selalu aku temuin akhir2 ini adalah "sekarang kegiatannya apa???" rasanya kalo baca pertanyaan kayak gitu pengen cepet2 log out trs ngacir ke toliet nyalain shower biar badannya g kebakaran.
Entah kenapa jadi pengangguran itu bawaannya sensitif terus, liat orang pake seragam kerja bawaannya pengen cepet nutup mata pura2 g liat, ketemu orang pengennya ngumpet daripada harus jawab pertanyaan "sekarang kerja dimana?", dapet sms pengennya cepet2 dihapus sebelum baca pertanyaan masalah kerjaan. Hampir semuanya yang dulunya wajar sekarang jadi sesuatu yang bisa bikin mancing emosi. Belum lagi kalo ada orang yang kerjaannya itu memperkeruh suasana yang kalo diibaratkan seperti "ngubek-ubek air comberan". Misalnya saat kita udah jawab "belum kerja, ini masih nyari" kalo golongan orang yang sukanya memperkeruh suasana tadi tanggepannya bakalan melebar sampe ke negara tetangga "kok belum kerja, lowongan kerja kan banyak g nyari2 info di koran apa internet?, "emangnya mau kerja apa, kok blm dapet2?".. Orang tipe kayak gini asyiknya dibungkem pake duid biar diem. Jangan pernah menyepelekan para pengganguran disekitar kamu, karna sebenernya pengalaman mereka itu jauh lebih luas dari apa yang kalian pikir. Saking berpengalamannya para penggangur itu tau segala akses informasi tentang lowongan pekerjaan. G usah sok ngajarin suruh beli koran, karena g usah disuruh pun mereka juga udah jadi langganan harian koran tertentu walopun yang dibaca cuma dibagian info lowongan kerja. Dan g usah nyuruh searching di internet, karena bahkan mereka sampe hafal diluar kepala website tentang lowongan kerja. Apalagi lagi sampe nyuruh mereka ngelamar kerja, karna g perlu disuruh pun disetiap minggunya para penggangur itu punya schedule wajib yaitu test kerja mulai dari psycho test, wawancara, test tertulis, dll. Selain itu agenda wajib lainnya adalah "ngepostin lamaran", disini penggangur perlu muter otak juga buat menjadwal kantor pos mana yang belum dikunjungi biar jgn sampe dihafalin sebagai pengunjung rutin kantor pos tertentu...
Jadi kalopun sekarang banyak orang jadi pengganguran itu bukan karena mereka malas atau g mau berusaha, tapi karena mungkin nasib baik belum bersama mereka atau mungkin sesuatu yang besar itu menunggu waktu yang tepat untuk terjadi.     

Jumat, 02 Maret 2012

Mimpi VS Realita

Diposting oleh fenty indrastuti di 20.15 0 komentar

Kita semua harus punya mimpi. Kenapa? karena dengan bermimpi kita telah memberikan energi positif pada diri kita untuk bisa mencapai mimpi itu. Kata2 itu terdengar cukup bijak bukan, tapi sekali lagi itu hanyalah kata bijak yang untuk menjadikanya nyata akan sangat sulit. Dari kecil kita sudah dilatih untuk bermimpi, teringat waktu masih kecil di pelajaran bhs indonesia seringkali guru kita memberikan tugas untuk membuat karangan tentang cita2 dimasa depan. Mungkin cita2 saya waktu itu sama seperti kebanyakan anak Indonesia lainnya, yaitu ingin menjadi dokter, entah kenapa profesi ini memang sangat laris manis dikalangan anak2 dan selanjutnya diikuti peringkat kedua diduduki oleh polisi yang banyak diminati kaum lelaki.

Sekarang aku mulai berfikir apakah dulu aku memang bercita2 ingin menjadi dokter atau krn ikut2an teman? ataukah faktor kepopuleran profesi tersebut yang terkesan menjadi profesi paling keren dikalangan anak2? Tapi anehnya cita2 itu mulai berubah seiring dengan bergantinya waktu. Mimpi dari dokter yang kemudian berubah ingin menjadi pramugari (tiba2 tersadar dengan melihat postur tubuh yang jauh dari kata layak), polwan (lagi2 terhambat karena postur dan ketertarikan pd bidang olahraga, yang slama ini menjadi pelajaran pantangan selama sekolah), perawat (mulai takut ketika harus melihat kenyataan klo g ada penyakit apapun yang terlihat indah), dan entah apa lagi mimpi2 yang tiba2 datang tapi dengan sekejap hilang begitu saja.

Itu semua adalah mimpi diwaktu kecil. Sekarang aku sudah dewasa, yang mulai tau bahwa kehidupan tak semudah waktu kita kecil dulu. Ketika hidup hanya dihabiskan untuk bermain, bermain, dan bermain. Kini aku sudah mulai takut untuk bermimpi. Dan keadaan ini membuatku mulai menjalani kehidupan dengan melihat realita yang ada.



Senin, 27 Februari 2012

Pertanyaan itu tanda tanya

Diposting oleh fenty indrastuti di 04.32 4 komentar
Orang pasti akan bertanya "sekolah dimana/ kuliah dimana?" untuk menanyakan seseorang yang masih terlihat menenteng tas dan berpakaian seragam. Itu memang terdengar sebagai pertanyaan wajar dan umum. Tapi pertanyaan ini akan menjadi berbeda dirasakan oleh orang2 yang malu menyebutkan label sekolah mereka yang dirasakan kurang bonafit alias kurang terkenal. Level kebanggaan mereka bisa kita lihat saat mereka menjawab pertanyaan itu. Orang yang merasa tersinggung pasti akan menjawab dengan nada dengan oktaf paling rendah, berharap semutpun samar mendengar jawaban kita. Sebaliknya dengan orang yang bersekolah disekolah mentereng,pasti mereka akan menjawab pertanyaan itu dengan intonasi yang lantang dan jelas.

Pertanyaan lanjut dari sekolah, akan bersambung dipertanyaan "Kapan lulus?" Biasanya orang yang paling sensitif dari pertanyaan ini adalah mahasiswa tingkat akhir yang baru pusing mikir skripsi yang blm kelar2, ditinggal pembimbingnya pergi, skripsinya g dikoreksi2, revisiannya banyak, dan masalah persekripsi-an lainnya.

Kalau sudah lulus, desakan pertanyaan "Kerja dimana?" akan terdengar sebagai kalimat menantang bagi kita. Kita ditantang untuk membuktikan seberapa jauh ilmu kita bisa diaplikasikasikan untuk mengejar sekumpulan materi. Pekerjaan yang layak pun tak cukup untuk menghentikan pertanyaan2 itu. Dengan embel2 kata2 manis dan berputar-putar dari mulai menanyakan siapa teman yang lagi dekat, mereka akan mulai menanyakan"Kapan nikah?" yang sudah barang pasti terus menjejal ditelinga kita.
Tiba-tiba saya mulai merasa terganggu dengan pertanyaan2 wajib itu. Pertanyaan2 itu seolah mulai mengatur kehidupan ini untuk segera mengejar deadline kehidupan. Tentu bukan salah mereka, tradisi yang mengatur semua ini. Begitulah cara kita beramah tamah dan mengakrabkan diri. Tapi yang jadi pertanyaan adalah apakah hidup memang harus sesempurna seperti deretan pertanyaan yang seakan harus urut dari point satu ke point selanjutnya? Entahlah.. Biarkan diri kita sendiri yang menentukan jalan hidup kita karena diri kita lebih tau apa yang terbaik untuk diri sendiri.
 

my life...my story Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea