Jumat, 23 Mei 2014

Cinta Pertama

Diposting oleh fenty indrastuti di 05.14 0 komentar
Hari itu dia masih terlihat sama seperti hari-hari biasanya, terlihat sebagai lelaki paling "ganteng" dimataku. Gak ada yang berubah dari penampilannya, mata sipitnya, kulit putihnya, tinggi tubuhnya dan tentu saja senyum menawan yang selalu membuatku tak pernah bisa berkata-kata saat berada didekatnya. Tapi ada yang berbeda dengan pertemuanku kali ini dengannya, yang biasanya kita hanya berbalas senyum saat bertemu, kali ini dia mengajakku berbicara. Bibirku tak lagi terkunci saat berbicara dengannya, tubuh ini tak lagi mematung saat berhadapan dengannya. Sebaliknya, kita justru sedang asyik duduk bercengkrama berdua seolah-olah kita adalah sepasang kekasih yang sedang memadu cinta. Cinta. Kata itu memang selalu sulit dijelaskan dengan kata-kata. Tapi saat mengenalnya, aku mulai tau apa itu cinta. Aku bisa tiba-tiba merasa bahagia hanya karena membayangkan wajahnya, dan aku bisa tiba-tiba merasa sedih saat tau dia bersama wanita lain. Dia...dialah orangnya...orang pertama yang tanpa dia sadar telah memberiku perasaan yang belum pernah sebelumnya aku rasakan saat mengenal orang lain. Dia juga orang pertama yang membuatku merasakan rasa untuk bisa memiliki seseorang. Dia..dialah orang itu, tanpa dia tau sedikitpun tentang perasaanku untuknya. Orang itu, orang yang diam-diam aku cintai tiba-tiba berada dekat dihadapanku saat ini. Berada dalam jarak yang begitu dekat, bahkan dengan jarak yang sedekat ini aku bisa merasakan hembusan nafasnya, dan dengan jarak sedekat ini aku bisa dengan mudah memegangnya. Dia terlihat sangat nyata, senyum itu nyata diberikan untukku. Apakah mungkin, saat ini Tuhan telah mengabulkan doa-doaku agar mendekatkan dia untukku? Ataukah mungkin dia diam-diam tau perasaanku sehingga dia mendekatiku? Orang yang terlihat sangat nyata itu tiba-tiba memudar dalam pandanganku, bahkan lama-lama dia menghilang. Dia menghilang tiba-tiba tanpa mengucapkan sepatah kata pun. Dengan jarak yang sedekat itu, aku hanya bisa melihat wajahnya tanpa pernah mendengar suaranya. Dia...dia yang sebelumnya sangat dekat, kini telah menghilang tanpa pamit terlebih dahulu. Tiba-tiba air mata ini menetes tanpa aku tau kenapa. Yaaa....aku sedang menangis, menangis tanpa tau sebabnya. Tapi kemudian aku terbangun, aku bangun dengan keadaan dimana mataku sembab oleh air mata. Aku bangun dan kemudian tersadar kalo ternyata itu hanya mimpi. Mimpi itu indah tapi kenapa aku harus terbangun dengan keadaan basah oleh air mata? Mimpi memang datang begitu saja tanpa kita tau apa yang kita mimpikan saat tidur. Saat terbangun, bahkan seringkali kita melupakan begitu saja mimpi yang datang dalam tidur kita.
Pukul 7 pagi saat aku bangun dengan kesadaran penuh, ibuku tiba-tiba datang menghampiriku sambil bilang "dek, si... itu kan temenmu ya? tadi ibu denger siaran di masjid kalo dia meninggal." Aku mematung mendengar kata-kata itu. Meninggal??? dia meninggal??? orang yang beberapa saat lalu berada dekat denganku meninggal??? Sampai saat ini aku masih belum percaya kalo dia telah benar-benar pergi. Tapi pada kenyataannya dia memang telah pergi, pergi tanpa tau terlebih dulu perasaanku untuknya. Mimpi itu, mungkin akan menjadi kisah bahagia untuk diriku sendiri karena aku pernah merasakan berada sangat dekat dengannya. Mimpi yang indah tapi juga menjadi firasat akan adanya perpisahan, karena meskipun dalam mimpi itu kita terlihat dekat, tapi saat terbangun aku menangis. Menangis tanpa tau sebab kenapa...

Kamis, 22 Mei 2014

Sosok sempurna dalam hidupku

Diposting oleh fenty indrastuti di 20.18 0 komentar
Kurang lebih satu tahun ini aku merasa hidup sebagai orang yang paling tidak berguna. Aku merasa kehidupanku hanya sebagai beban untuk kedua orang tuaku. Semua ini terjadi ketika tiba-tiba satu tahun yang lalu dokter memvonisku sakit jantung. Penyakit yang saat itu terdengar sangat menakutkan, apalagi ketika dokter mengatakan penyakit jantungku ini bisa sembuh hanya dengan jalan operasi. Yang terlintas dipikiranku saat dokter mengatakan jalan satu-satunya untuk sembuh hanya dengan operasi adalah “aku sudah tidak punya harapan untuk hidup lebih lama.” Aku benar-benar depresi dan putus asa. Saat itu aku baru saja lulus dari sebuah universitas swasta di Yogyakarta. Sebuah kelulusan yang seharusnya menjadi sebuah kabar bahagia dan tentunya menjadi sebuah awal baru untuk melanjutkan mimpi-mimpi yang dulu pernah tertunda. Mimpi itu dengan seketika pudar secara perlahan ketika tubuh ini makin lama semakin melemah. Semenjak vonis sakit itu, daya tahan tubuhku semakin melemah. Aku tidak bisa beraktifitas dengan maksimal, bahkan jika sedikit saja aku merasa kelelahan aku langsung ambruk dan langsung masuk rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan yang mungkin hanya aku rasakan sementara dengan bantuan oksigen dan uap. Disaat teman lain berbahagia karena setelah lulus mereka diterima kerja di perusahaan dan menikmati gaji dari hasil kerja kerasnya, aku justru sedang terbaring lemah di rumah sakit. Ketika teman lain memberikan berita bahagia dengan memutuskan menikah setelah lulus kuliah, aku justru sedang berjuang melawan rasa sakitku dengan penyakit yang aku derita. Disaat teman lain menunjukkan kemandirian kepada orang banyak, aku justru hidup tak bisa lepas dari bantuan orang lain. Rasanya aku selalu ingin menyalahkan kehidupan ini. Aku merasa seolah kehidupan ini tak pernah adil untukku. Seringkali kali juga aku justru selalu meminta kepada Tuhan kenapa aku masih diberi kehidupan jika hanya membebani orang banyak. Disaat aku terus menyalahkan Tuhan yang telah memberi ujian berat dalam hidupku, disisi lain aku melihat sosok tegar yang terus menyemangatiku untuk tidak putus asa tanpa kenal lelah. Ketulusan cintanya tak pernah luntur meskipun aku hanya bisa tergolek lemah ditempat tidur. Sosok itu terus ada mengisi hari-hariku tanpa sedikitpun tergores rasa amarah dan kecewa diwajahnya. Bukankah seharusnya dia marah kepadaku? Seharusnya dia memarahiku karena aku hanya bisa tertidur saat dia membutuhkan bantuan, dan seharusnya dia marah padaku karena dimasa tua yang seharusnya menjadi masa dimana dia melihat anaknya sukses dan bisa membahagiakannya justru saat ini anak itu justru menjadi orang yang semakin membebani hidupnya. Keputusanku yang lebih memilih untuk tidak melakukan operasi seperti apa yang disarankan dokter, membuat hari-hariku berlalu begitu berat. Orang tuaku terus saja tanpa pantang menyerah mengupayakan pengobatan untukku yang selalu menolak untuk melakukan operasi. Mulai dari pengobatan medis yang terus dilakukan, orang tuaku juga terus mencari informasi pengobatan alternatif dari saran orang-orang. Tapi, begitu bodohnya aku yang justru sering mengeluh, aku mengeluh karena obatnya yang pahit, pantangan makanan yang banyak, atau bahkan cara pengobatan yang sakit. Ya, selama aku sakit aku selalu mengeluh, mengeluarkan kata-kata yang tak seharusnya aku ucapkan disaat orang tuanya selalu menguatkanku. Memperlihatkan rasa putus asa disaat orang tuaku tak henti-hentinya terus menyemangatiku. Saat itu memang aku merasakan sakit luar biasa yang membuat tubuhku lemah tak berdaya. Tapi rasa sakitku ini hanya terasa sepersekian persen dari rasa sakitku ketika melihat kesedihan orangtuaku. Aku melihat ketulusan, keikhlasan, cinta kasih serta seluruh perasaan yang sulit diterjemahkan dengan kata-kata itu melalui orang tuaku. Terima kasih untuk segalanya, ucapan terima kasih yang pasti tidak akan akan pernah cukup untuk membalas segalanya. Meskipun mereka selalu mengatakan “tidak ada sedikitpun orang tua yang merasa direpotkan oleh anaknya”, tapi aku selalu menjadikan setiap cara mereka memperlakukanku adalah sebuah wujud nilai-nilai kehidupan.

Selasa, 20 Mei 2014

Sebuah cerita tentang keikhlasan

Diposting oleh fenty indrastuti di 06.32 0 komentar
Kisah ini memang tidak secara langsung aku alami, tapi kisah yang akan aku ceritakan ini benar-benar terjadi dari kisah nyata yang dialami oleh tetangga yang tinggal tepat disamping rumahku. Kisah ini mengajarkanku banyak hal tentang keikhlasan, ketulusan, serta pengorbanan seorang ibu kepada anaknya. Aku lupa kapan tepatnya keluarga ini pindah sebagai warga baru didesaku, yang aku ingat saat ini hanyalah mobil yang bolak-balik mengantar furniture rumah dengan model-model bagus kerumah warga baru itu. Untuk ukuran jaman dimana televisi hitam putih milikku sudah menjadi benda berharga saat itu, aku terkagum-kagum melihat lemari dengan ukiran cantik, televisi ukuran besar, dan juga benda yang belakangan aku tahu bernama “kulkas” (maklum waktu itu didesaku belum ada yang punya kulkas). Keluarga itu terlihat sangat bahagia dan tampak sempurna. Sang ayah bekerja sebagai pegawai di salah satu perusahaan teh dan sang ibu bekerja sebagai supervisor di perusahaan textile yang cukup besar di Jogja ini. Memang kalo dilihat dari jabatan, sang istri memiliki jabatan yang lebih tinggi dari suami dan tentu saja memperoleh penghasilan yang lebih tinggi diatas suaminya. Tapi hal itu tidak menjadikan alasan timbulnya percek-cokan didalam keluarga tersebut. Aku sebagai tetangga yang tinggal berdekatan dengan mereka jarang sekali melihat mereka berada dirumah, mungkin karena kesibukkan dikantor yang membuat mereka jarang berada dirumah dan bersosialisasi dengan masyarakat sekitar. Waktu itu anak pertama mereka baru berusia 6tahun ketika pindah kedesaku. Dan dia harus diasuh oleh seorang pembantu rumah tangga, karena kedua orang tuanya sibuk bekerja. Singkat cerita, setelah beberapa bulan menempati rumah baru didesaku ini, sang ibu akhirnya melahirkan anak kedua. Ketika sang anak berusia 3 tahun, ibu ini masih sibuk bekerja dan anaknya masih diasuh pembantu rumah tangga. Sampai akhirnya ibu ini menyadari kalo ada sesuatu yang ganjil dengan anak keduanya. Diusianya yang hampir 4 tahun, anaknya belum juga bisa berjalan dan berbicara. Akhirnya, suatu ketika sang ibu ini mengikhlaskan dirinya keluar dari pekerjaannya untuk mengasuh anaknya. Aku tahu kalo keputusan yang diambil itu sangat berat, tapi dengan keyakinan hati dia benar-benar keluar dari perusahaan besar dengan jabatan yang dia sandang. Sekarang setiap hari, aku bisa melihat ibu itu berada dirumah, mengendong anaknya yang semakin besar dan belum juga bisa berjalan. Bahkan aku sering melihat dia memandikan anaknya, menyuapi dan mengajak bermain. Pemandangan ini terlihat mengharukan buat aku, aku melihat begitu besar cinta dan kasih sayang seorang ibu kepada anaknya. Keikhlasan untuk sepenuhnya menjadi ibu rumah tangga dengan menghabiskan seluruh waktunya hanya untuk mengurus rumah tangga dituturkan dia dengan sedikitpun tidak merasakan penyesalan. Bahkan dia mengatakan, dengan dia keluar bekerja, sekarang dia lebih dekat dengan suami dan anaknya. Dia semakin tahu apa yang diinginkan dan dibutuhkan suami serta anaknya meskipun dengan kehidupan sederhana tak seperti dulu. Memang ikhlas itu sulit untuk dijalani, seperti ibu ini yang sepertinya terlihat sulit mengikhlaskan dirinya untuk keluar bekerja dari perusahan besar dan jabatan tinggi yang dia sandang. Dia juga harus ikhlas menerima kenyataan kalo anak keduanya mengalami difable/gangguan mental. Tapi aku yakin akan ada buah manis dari keikhlasan yang dia jalani selama ini. Tulisan ini diikut sertakan dalam GIVE AWAY TENTANG IKHLAS.

Jumat, 11 April 2014

Sarapan Pagi...Semangat Pagi...

Diposting oleh fenty indrastuti di 21.45 0 komentar
Selamat pagi...Semangat pagi...dan selamat sarapan pagi... Pagi memang menjadi sebuah awal dari semangat baru buat menjalankan aktivitas selama seharian penuh. Oleh sebab itu, karena pagi adalah peristiwa penting untuk mengawali hari, harus juga diisi dengan aktivitas yang bisa menggugah semangat seseorang. Nah, makanya sarapan pagi itu penting banget buat dijadikan rutinitas wajib yang harus dilakukan di pagi hari sebelum beraktivitas. Dari kecil aku udah dibiasakan rutin buat sarapan pagi. Bangun tidur setelah ibadah sholat subuh, ibuku udah siap-siap bergelut dengan aneka bahan makanan didapur, sedangkan aku sibuk mematutkan diri buat pergi sekolah (bukanya gak mau bantu, tapi aku adalah anak rajin yang takut telat sekolah. hehehe) Karena pagi hari itu waktu yang singkat buat menyiapkan sesuatu, makanya dikeluargaku selalu menyiapkan menu sarapan pagi yang simple dan gak membutuhkan waktu lama buat menyiapkannya.
(sumber gambar: www.infospecial.net)
(sumber gambar: www.madjongke.com)
Cukup dengan menu telur ceplok/mata sapi atau tempe goreng aja sarapan pagi itu udah nikmat banget rasanya. Selain rasanya yang enak, menu ini juga gampang banget bikinnya.
(sumber gambar: www.cemprut.cc) Kalo masak nasi sama goreng telur atau tempe masih ribet, ada lagi kok menu pilihan lain sarapan pagi yang lebih simple bikinnya, yaitu susu+roti tawar. udah kayak menu bule kan? meskipun orang Indonesia itu punya kecenderungan "kalo gak makan nasi itu gak kenyang", tapi coba deh, menu ini cukup menggenyangkan kok (apalagi kalo susunya 5gelas + roti tawarnya 10lembar. hehehe) Selain sarapan itu banyak banget manfaatnya yaitu meningkatkan konsentrasi dan memberikan tenaga untuk beraktifitas selama sehari beraktivitas. Moment sarapan pagi juga jadi moment paling indah dipagi hari ketika satu keluarga berkumpul satu meja di meja makan untuk sekedar bercerita sebelum berpisah untuk masing-masing beraktivitas diluar rumah.
"Tulisan ini diikutsertakan dalam GiveAway Yuk Menulis Part 1"

Selasa, 08 April 2014

Salam kenal buat si "Nyonya Besar"

Diposting oleh fenty indrastuti di 10.54 2 komentar
Hy Nyah...
Apa kabar disana? perkenalkan, saya adalah anak manusia yang baru mengenal blog dan mencoba menulis sekaligus mencari peruntungan melalui kontes menulis di dunia "per-blog-an". Sebagai seorang pendatang baru didunia tulis-menulis tentu saja masih banyak kata yang rancu, kalimat yang kurang pas, ataupun paragraf yang gak nyambung dalam tulisan ini. Jadi, nyonya harap memaklumi :) Ngomomin soal pendatang di dunia blog, dari sekedar blog-walking kesana-kemari, akhirnya saya nemu blog nyonya yang kebetulan lagi ngadain giveaway dan hadiahnya kece-kece (mupeng: muka pengen). Dan dengan perjuangan dan semangat dari diri sendiri yang yakin kalo saya bisa nulis, akhirnya saya bertekad bulat buat ikutan kontes ini (SEMANGAT !!!).
Berhubung mulai detik ini saya pengen mengaktifkan kembali blog saya yang telah lama mati, lewat kunjungan saya ke blog nyonya, banyak banget ilmu yang maaf bakalan saya curi untuk perkembangan blog saya kedepan kearah yang lebih baik (hass...bahasanya mulai lebay). Blog nyonya itu simple tapi ngena banget. Bahasanya ringan, jadi buat anak yang berotak pas-pasan kayak saya, gak perlu berulang-ulang bacanya udah ngerti maksud dari tulisan dari nyonya. selain bahasanya yang mudah dicerna sama otak, tulisan nyonya juga ceritanya seru dan bikin gak bosen baca postingannya satu persatu-satu. Meskipun cerita yang diangkat adalah cerita sehari-hari, tapi saya bisa gak bosen buat ngebaca postingan itu karena banyak pengalaman lucu, mengagumkan dan inspiratif buat saya ikutin.
Dari tulisan Once Upon a Time, saya belajar tentang kehidupan pernikahan yang belum saya alami. Lewat tulisan itu saya jadi tau bahwa ketika seseorang memutuskan untuk berumah tangga maka seseorang itu harus bisa menerima konsekuensi "perubahan" yang harus terjadi dalam hidupnya. Nyonya juga menulis banyak hal tentang pengalaman didunia kerja. Tapi, yang bikin saya kagum adalah ketika saya baca tulisan Nostalgi(l)a Pilgub Jatim dimana nyonya berperan sebagai seorang reporter. Waktu baca postingan itu berasa banget tegangnya, saya masuk dalam cerita sampe ikutan deg-degan dan perasaan gak percaya kalo ternyata ada banyak kisah di balik seorang reporter yang harus mengalami intimidasi dari narasumber.
Jadi sekian dulu surat saya buat nyonya. Terima kasih telah menyuguhkan tulisan indah yang layak buat dibaca. Keep writing nyonya besar ^^
tulisan “Postingan ini diikutkan dalam Nyonya Besar Give Away”

Kamis, 19 September 2013

Salam Sukses #1

Diposting oleh fenty indrastuti di 10.28 0 komentar

Entah kenapa malem ini aku pengen banget nulis tentang "dia". Mungkin karena aku gak bisa boongin diri sendiri kalo ak kangen berat sama "dia". Seseorang yg kurang lebih selama 4tahun ngisi hari-hariku. Idiiihh...sok melankolis banget ya aku ngomongin tentang "dia". "Dia yg aku bahas disini bukan seorang gebetan atau cowok aku, tapi dia adalah Fata. Temen, sahabat, dan entah apa lagi predikat buat dia didalam hidupku. 
Selalu ada perpisahan disetiap pertemuan..Disitulah aku slalu ngerasa ketidakadilan dalam kehidupan ini. Tapi itulah hidup, ada tawa ada tangis juga ada suka ada duka. Aku udah mengecap bahagia saat bersama dia, dan ketika kita berpisah akupun masih merasakan bahagia itu, meskipun dengan nuansa yang berbeda. Bahagia mesti dalam jarak yang berbeda dengan kenangan manis yang dulu pernah ada. 
Jadi, dulu waktu jamannya kuliah, fata ini adalah temen yang dengan sudi menampung aku transit dikostnya. Maklumlah sebagai anak yg gak ngekost, susah banget nyari tebengan tempat. Biasanya aku kekostnya Fata bareng sama Erna juga, kalo udah ngumpul bertiga udah deh, kita bertiga jadi lupa waktu. Ngomong ngalor ngidul tanpa terbatas tema.
Batas limit itu ternyata ada, seperti yg tadi udah aku bilang, perpisahan pasti akan tiba waktunya. Karena kita bertiga berasal dari tempat yg beda, peristiwa wisuda udah jadi momok menakutkan buat kita. Ajang perayaan keberhasilan mendapatkan gelar sarjana tapi juga jadi moment perpisahan. Wisuda tahun lalu udah berhasil memaksa Erna balik ketanah kelahirannya NTT. Dan wisuda tahun ini membuat Fata hengkang dari tanah air ini karena diterima kerja di Thailand.
Awalnya sih aku gak percaya waktu dia ngasih tau mau kerja di Thailand, waktu dia ngasih tau kabar itu dengan entengnya aku jawab "ngapain di Thailand? mau jadi babysitter gajah?" Dan dengan sejuta penjelasan dari dia aku masih tetep gak percaya dia bakalan go international, sampai akhirnya akupun mulai percaya sahabatku ini serius bakalan pergi, dan akhirnya aku juga percaya kalo di Thailand dia gak jadi babysitter gajah atau jadi pawang gajah. Dia pergi dengan tujuan mulia yaitu jadi guru.
Dan inilah kehidupan, semua pasti akan ada yang berubah. Hanya kita sendiri yang harus siap dengan perubahan itu. 


Tulisan ini special buat Ntut (Fata) juga Ucil (Erna)... 
Bahagiaku karena telah mengenal kalian. Mimpi itu pernah ada, mimpi untuk selalu bersama. Tapi inilah jalan yang harus kita lewati. Meskipun pada akhirnya jalan yang kita ambil berbeda-beda, tapi ingatlah, bahwa pernah ada jalanan yang kita lewati bersama. Jalan yang membuat kita berada pada titik ini. Titik dimana ada seulas senyum mengembang ketika kita mengingat jalan yang pernah kita lewati bersama itu, jalan yang membuat kita merasa kuat karena merasa ada orang-orang hebat dimasa lalu kita.  

Rabu, 17 Juli 2013

....Selamat Tinggal....

Diposting oleh fenty indrastuti di 07.41 0 komentar
Selama ini aku sudah sering dikejutkan oleh kabar duka yang datang tiba-tiba. Ya, kabar duka memang selalu datang dengan tiba-tiba krn tak ada seorangpun didunia ini yg tau batas usia seseorang. Tepatnya kemaren tanggal 16juli2013, lagi-lagi aku mendapat berita duka yg dengan seketika membuyarkan alam sadarku. Bukan tentang masalah berita kematian tp aku terdiam akan sebuah nama yg aku terima itu. Nama yang kemudian memutar kembali ingatanku akan semuanya tentang dia.

Ketidakpercayaan akan berita itu muncul begitu kuat. Kenapa bisa begini? kenapa bisa begitu? trs saja menjadi pertanyaan yg berputar tanpa tau jawabannya. Ketidakpercayaan itu mungkin berubah menjadi kewajaran ketika seorang yg meninggal itu sudah berumur atau karena penyakit yg diderita. Sering kita dengar orang mewajarkan orang meninggal dengan kata-kata "yah maklum,,,memang sudah tua" atau "yah maklum,,,sakitnya memang sudah parah". Tapi bagaimana jika orang itu masih muda dan sehat. Maka orang-orang akan menggangap kematian sebagai hal yang sulit untuk dipercaya.

Aku inget waktu dulu baru masuk SMA, temen SMPku Reni meninggal dunia saat usianya blm genap 17tahun. Saat itu tentu saja aku gak percaya kalo orang yg pernah aku kenal itu meninggal dunia secepat itu. Tapi kemudian aku dan orang-orang mulai menerima berita itu krn memang Reni meninggal krn sakit leukimia sejak SMP. Dia sudah sering keluar masuk rumah sakit dan mungkin sudah sangat menderita dengan penyakitnya itu. Kemudian waktu SMA juga aku kehilangan temen semasa SD dulu, Ari. Dia meninggal karena kecelakaan kendaraan bermotor. Lalu, waktu aku kuliah berita duka datang lagi dari temen sewaktu SMA namanya Eko. Dia meninggal krn ditusuk orang. Ya, alasan itu emang cukup membuat orang-orang tidak percaya kenapa hal itu bisa terjadi. 
Dan kemaren tanggal 16Juli2013, berita duka datang dari temen sewaktu SD, SMP, SMA ku. Tentu saja kebersamaan dlm waktu yg tdk sebentar itu membuatku cukup menggenalnya. Dia adalah Dini Arif Setyabudi. Yang meninggal krn dikeroyok sekumpulan orang yg sudah kehilangan logika dan bahkan hati nurani mereka. Semenjak kemaren dan bahkan saat ini aku menuliskan tentang dia, pikiranku masih lumpuh akan sebuah kenyataan berita kematian itu. 
Yang saat ini ingin aku tuliskan tentang dia hanyalah kutipan singkat dari novel tulisan Tere Liye dibukunya yg berjudul"sepotong Hati yang Baru", dalam tulisan ini sang penulis menuliskan sebuah kata "....ada seseorang dalam hidupmu yang ketika ia pergi, maka ia juga akan membawa sepotong hatimu..."   
Entah kenapa aku merasa dia telah membawa pergi separuh hatiku, dan kini yang tersisa tinggal separuh lagi yg tentunya sudah tidak utuh.
Selamat jalan,,,selamat tinggal,,,semoga kamu disana bahagia dalam keabadian

Kamis, 11 Juli 2013

Ramadhan 2013

Diposting oleh fenty indrastuti di 08.19 0 komentar
Pertama-tama, aku mau ngucapin selamat menjalankan ibadah puasa buat seluruh umat muslim diseluruh dunia :)

Yap! waktu emang trs berputar, tanpa kita sadari ramadhan udah tiba lagi. Ngomongin soal ramadhan, pasti akan ada cerita berbeda ditiap tahunnya. Seperti halnya aku yang punya cerita berbeda di ramadhan tahun ini. Tahun ini aku harus ikhas melewati ramadhan dengan tidak menjalankan ibadah puasa, dan tentu saja alasannya krn kondisiku blm memungkinkan utk puasa. Waktu dokter bilang klo dlm kondisi sprti ini aku gak bisa puasa tentu saja rasanya sedih banget krn buatku bulan ini adl bulan paling istimewa krn sprti kita tau menurut kepercayaanku dibulan puasa itu Allah melipatgandakan seluruh amalan baik kta.

Hmm..aku jd inget jaman kecil dulu waktu ortu ngajarin aku buat puasa. Dan itu rasanya berat banget. Krn waktu itu aku latihan puasa masih kecil banget kira-kira kelas 1 SD, ada aja sejuta cara biar bisa makan. Mulai dari alesan sakit biar disuruh batalin puasa trs minta makanan yg enak-enak, waktu wudlu pas bagian kumur-kumur airnya diminum biar ilang hausnya, waktu dijalan nyium bau masakan sampe rumah diem-diem ngambil sisa lauk sahur, waktu diajak belanja milih makanan enak siap saji dg alasan buat buka puasa pdhal stlh nyampe rumah diem-diem ngambil satu trs dimakan dikamar, dll.
Tapi sekarang, waktu aku disuruh utk gak puasa malah aku sedih. Dan tentu saja krn sekarang aku udah bukan anak kecil lagi yg puasa cuma krn takut dimarahin ortu atau malu sama orang krn ketauan gak puasa atau krn puasa demi sebuah hadiah.

Senin, 01 Juli 2013

Sebuah Perubahan

Diposting oleh fenty indrastuti di 09.55 0 komentar
Selalu saja ada harapan baru disetiap hari baru, seperti juga hari ini, hari pertama dibulan juli. Entah kenapa aku punya kebiasaan yang menurutku aneh, yaitu menyusun list perubahan disetiap hari yang menurutku special. Walaupun sebenernya gak bisa dibilang special juga sih.. Seperti misalnya sekarang ini, kemaren aku bilang sama diri sendiri kalo mulai tanggal 1juli besok aku mesti berubah untuk lebih semangat dan kuat. Anehnya, kenapa keinginan itu gak muncul ditanggal-tanggal sebelumnya? Kalo ingin memulai perubahan yang lebih baik, kenapa harus nunggu sampai tanggal 1 juli? itu juga yang sampai saat ini jadi pertanyaanku sendiri.

Gak cuma itu aja, seringkali keinginan untuk memulai perubahan juga mesti nunggu waktu ulang tahun tiba. "ya Tuhan diulang tahunku yang ke-17 besok, aku akan berubah lebih dewasa, lebih sabar, lebih rajin ibadah, dll." Dan lebih parah lagi kalo niat berubah itu muncul ketika saat pergantian tahun tiba. Mungkin kita terlalu percaya diri kalo Tuhan masih memberikan waktu kita untuk bisa bertemu hari esok.

Sabtu, 15 Juni 2013

14 Mei 2013

Diposting oleh fenty indrastuti di 06.31 0 komentar
Alhamdulilah...Tuhan masih ngasih kesempatan buatku utk bisa menjalani kehidupan ini. Dan kali ini usiaku genap duapuluhempattahun, tentu saja bukan umur anak ingusan ato remaja labil. Seperti tahun sebelumnya, aku bersyukur banget banyak orang yg sayang sama aku krn mereka selalu ada gak cuma saat aku seneng tp saat aku sedih mereka jg ada. Meskipun aku gak prnh ngebuat pesta tp aku beruntung krn banyak org yg selalu ngasih kejutan ditiap tahunnya, dan utk tahun ini kejutan itu dateng dr temen-temen ini :)  
1. Kejutan Pertama
Dateng tiba-tiba yg hebohnya cukup menggemparkan warga desaku. Gerombolan berat Febri, Afi, Citra...malem-malem dengan hebohnya triak2 nyanyi "Happy Birthday". 
1. Tiup lilinnya sekarang juga...  
 
 2. Kejutan Kedua
Kejutan selanjutnya dateng dari temen jaman SD dulu "Dek Neng". Gak tau kenapa, utk kedua kalinya dapet kado beruang dari temen. Aku sih berharapnya mereka ngasih boneka beruang karena sama lucunya kayak aku, tapi takut juga kalo mereka ngasih boneka ini gara-gara kesamaan kebiasaan yg suka hibernasi dlm waktu yg lama.
3. Kejutan Ketiga
Yang ini special dari gank cewek paling rusuh diseantero jagad, yg dg sadarnya menamai dirinya dg sebutan "Gank Smart and Beautiful". Makasih yg teramat sangat buat Rezti, Putri, Sinta, Sari yg dengan kerelaan hati mau jd sahabatku dari jaman SMA sampe sekarang.  
Aku bersyukur banget dihari ulang tahun ini, banyak banget orang-orang yg peduli sama aku. Selain orang tuaku yg pastinya rasa sayangnya luar biasa sempurna, ada temen2 juga yg selalu ada buat aku. Sebenernya kado itu cuma jd symbol rasa sayang mereka sama aku, karna buat aku keberadaan mereka itulah yg sebenernya jd kado terindah dari Tuhan buatku. 

***Terima kasih untuk anugerah terindah ini***  

Kamis, 13 Juni 2013

Saatnya BANGKIT !!!!

Diposting oleh fenty indrastuti di 06.35 3 komentar
Rasanya udah lama banget tubuh ini beristirahat tanpa tau dunia luar. Sekitar 8bulan terakhir ini setiap waktu yg berlalu cuma ak habiskan utk merebahkan tubuh ditempat tidur, krn saat itu antara tubuh dan hasrat buat bangun udah gak sinkron. Sebenernya aku gak pengen ngebahas cerita ini lagi, tapi aku yakin setiap hal yang terjadi pasti akan ada hikmah yang diambil.
Jadi selama sakit ini tubuhku bengkak dari atas sampe bawah. Ini foto kaki ku waktu bengkak yang lebih mirip kaki gajah daripada kaki manusia.    


Udah kayak magic aja, baru semalem masuk UGD pagi harinya dagingku menyusut. Kata dokter, waktu aku dateng cairan dalam tubuhku udah sampe paru2 makanya aku sesak nafas dan badan bengkak, kemudian cairan itu dikeluarkan lewat cairan kencing yg percaya atau enggak, selama 3hari di ICU air kencingku keluar sampe 20liter. Ini foto waktu di ruang ICU, dimana tangan penuh sama suntikan jarum dan masih pake bantuan oksigen.


Dan ini kondisiku setelah aku keluar dari rumah sakit. Tau gak? berat badanku turun sampe 15kg? keliatan beda kan sebelum dan sesudah sakit.  Tuhan memang maha adil, berkat doa orang tuaku dan tentunya orang-orang yg dgn tulus mendoakan kesembuhanku, ak gak perlu operasi, krn Tuhan telah mengirimkan obat mujarab utk sakitku ini.



Senin, 15 April 2013

Aku Pasti Bisa...

Diposting oleh fenty indrastuti di 20.38 9 komentar
Kata syukur seringkali begitu mudahnya diucapkan seseorang ketika mereka mendapatkan nikmat bahagia dari Tuhan. Tapi disisi lain, ketika seseorang dilimpahkan ujian atau cobaan oleh Tuhan, kata syukur itu biasannya berubah menjadi ucapan kekesalan dan bahkan menyalahkan Tuhan.
Hal itu yang sedang aku alami sekarang, aku mulai menyalahkan Tuhan dengan cobaan yang Dia berikan untukku. Aku merasa cobaan ini terlalu berat buat aku lewati. Aku merasa sudah terlalu banyak dan terlalu berat ujian Tuhan buatku, tapi kenapa aku masih diuji dengan ujian Sakit yang mau gak mau, suka gak suka harus aku lewati juga. Gak pernah terfikirkan dan bahkan terbayangkan sebelumnya, diusiaku yang terbilang masih muda ini, aku menderita penyakit dimana penyakit ini menjadi penyakit pembunuh terbanyak pertama yang menyerang manusia di dunia ini. Aku divonis sakit jantung. Vonis itu dengan seketika menghentikan semua mimpi besarku, menutup semua cita-citaku. Penyakit ini masih terdengar asing aku ucapkan sampai pada akhirnya aku harus terbiasa untuk mengeja kata-kata itu setiap saat.
Awalnya aku mengabaikan penyakit yang bersarang dalam tubuhku ini dengan terus beraktifitas seperti biasa. Aku merasa kuat, aku pasti bisa melawan penyakit menakutkan ini dengan tidak memikirkannya. Sampai pada akhirnya aku merasa kalah, aku tak bisa berpura-pura ketika aku selalu merasa kelelahan ketika aku mengerjakan sesuatu, detak jantung yang berdetak sangat cepat membuatku selalu merasa sesak nafas dan cepat merasa capek. Semakin hari aku mulai merasakan kesusahan untuk tidur karena keringat dingin terus keluar meskipun dalam cuaca dingin sekalipun, dan yang lebih menyiksa, aku selalu merasakan mual ketika mencoba memasukkan makanan kedalam mulutku.
Dalam keadaan seperti itu, yang membuatku terus bertahan hanyalah karena dukungan orang tua yang masih terus berdoa dan berusaha untuk kesembuhanku. Mereka tak pernah mengecilkan hatiku, tapi sebaliknya mereka terus mendukungku untuk sembuh. Setiap hari mereka selalu mengajakku untuk pergi kerumah sakit, tapi aku selalu menolak karena aku merasa masih kuat. Sifat keras kepalaku inilah yang membuat ortuku selalu mengalah, sampai pada akhirnya aku semakin merasakan kesakitan. Seluruh badanku bengkak, nafasku semakin sulit, badanku semakin melemah karena tak ada asupan gizi yang masuk. Saat itulah aku mulai memutuskan untuk pergi kerumah sakit, dengan keadaan sudah tak berdaya, tim rumah sakit berusaha untuk bisa menyelamatkanku. Dalam bayangan mata kabur, aku melihat orang tuaku menangis sendu melihatku. Dan dengan pendengaran yang samar dengan sesegukan ibuku membisikkan lafaz Allah berulang kali yang aku ikuti dengan susah payah.
Puji Tuhan, hanyalah ucap syukur yang bisa kulantunkan ketika aku tersadar dari masa kritisku. Ternyata Tuhan masih memberiku kesempatan untuk hidup. Aku masih teringat dengan dua doaku saat itu, jika memang sampai disini usiaku, aku mohon untuk diberikan tempat terbaik nantinya, tapi jika aku masih diberi kehidupan lagi semoga aku bisa menjadi manusia yang lebih baik lagi. Sebelumnya aku tak pernah membayangkan peristiwa ini terjadi pada hidupku, tapi peristiwa ini perlahan telah mengubah pikiranku. Aku berjanji pada diri sendiri untuk bisa berubah menjadi manusia yang lebih baik lagi, buatku ini adalah mukjizat dari Tuhan karena Tuhan telah mengijinkanku untuk merasakan kehidupan kedua.
Betapa bahagia ketika aku membuka mata dan masih bisa melihat Ibu dan Bapak ada disampingku. Ibu yang datang masih dengan tangisnya, meskipun aku tau itu bukanlah tangis kesedihan lagi melainkan tangis kebahagiaan. Dan Bapakku dengan wajah yang selalu tampak serius tapi aku tau kalo bapak merasakan kepanikan yang luar biasa. Dengan seketika aku mengatakan kata maaf atas semua kesalahanku selama ini dan tak lupa kuucapkan rasa sayang dan cintaku kepada mereka.

Masa-masa kritis yang sudah aku lewati itu ternyata tidak menjadikan awal sebuah cerita yang lebih baik. Sekali lagi Tuhan mengujiku dengan vonis dokter yang mengatakan aku menderita penyakit jantung dan hasil USG jantung yang sudah dilakukan menunjukkan kalo aku sakit "jantung bocor". Pernyataan itu sungguh mengejutkanku...kemudian dokter mengatakan satu-satunya jalan agar bisa normal lagi cuma dengan jalan operasi dan harus secepatnya sebelum bocornya semakin melebar. "Operasi" kata ini tak hanya menggagetkan tapi juga menakutkan, bayanganku seketika itu langsung terbayang tubuhku dibelah kemudian diubrak-abrik, dan aaahhhh.....entahlah. Aku benar-benar takut membayangkan proses operasi yang berlangsung, belum lagi masalah biaya yang berada pada kisaran angka ratusan juta!!! "Apa lagi ini ya Allah..............????" Dokter menambahkan, kalo operasi yang dilakukan itu akan ada kemungkinan yang terjadi nantinya, seperti kemungkinan akan ada operasi lagi ditahun berikutnya untuk mengganti klep jantung.
Aku berusaha menahan air mata yang aku yakin akan segera tumpah ruah membanjiri ruangan jika aku keluarkan. Aku harus kuat, aku harus bisa terlihat kuat didepan ibuku. Seperti kata yang selalu Ibu dengungkan untukku jika Tuhan tidak akan membebankan ujian yang berat jika hambanya tidak sanggup untuk memikulnya, dan juga percaya Tuhan menciptakan penyakit pasti juga menciptakan obatnya. Berada disamping Ibu, aku akan terus kuat dan yakin akan sembuh, meskipun dalam hati terdalam sebenarnya aku selalu diliputi perasaan putus asa. Ada ketakutan besar yang timbul dalam diriku yang membuatku berpasrah dalam keputus asaan.
Aku gak mau menyia-nyiakan waktu dan kesempatan yang sudah Tuhan berikan untukku. Waktu ini,,,kesempatan ini,,,akan selalu ada hikmah besar dibaliknya dan aku yakin itu. Dalam keadaan sakit ini, aku sungguh bersyukur karena Tuhan menempatkanku dilingkungan dimana banyak orang yang sayang sama aku. Terima kasih Tuhan, karena engkau memberikanku nikmat sakit ini agar membuatku lebih bersyukur untuk lebih mendekatkan diri kepada-Mu, dan untuk lebih bisa menghargai untuk setiap nikmat yang Engkau berikan.  

"Ya Tuhan aku yakin akan kuasa dan kebesaranmu...Jadikan aku Hamba yang kuat dalam menghadapi setiap ujian dan cobaan yang Engkau berikan...Jadikan Hamba menjadi orang yang pandai bersyukur, jangan jadikan Hamba menjadi orang yang selalu mengeluh dalam keputus asaan..."  

Minggu, 16 September 2012

Dilarang ganggu!!! Lagi SENSI!!!

Diposting oleh fenty indrastuti di 06.31 0 komentar
Predikat sebagai Job seeker emang baru aja aku sandang setelah lulus kuliah bulan Juli kemaren. Kenapa aku lebih memilih kata Job Seeker? Karena Istilah ini sepertinya lebih enak didengar daripada kebanyakan orang menyebut dengan kata pengganguran. Bener juga kata orang2 yang bilang kalo senengnya orang lulus itu cuma sehari aja dan selanjutnya lebih berat dan menyedihkan daripada proses menuju kelulusan. Eiiitssss...buat yang belum lulus, bukan berarti aku nyuruh kalian biar g lulus2 ya???
Buatku jadi pengganguran itu adalah masa dimana kita diuji untuk banyak2 bersabar, karena godaaan sebagai pengganguran itu lebih besar dibandingkan beban jadi mahasiswa abadi yang g lulus2. Setidaknya kalo masih jadi mahasiswa saat ditanya kerjanya apa dia masih bisa jawab "pelajar" yaah,,meskipun kalo diliat dari segi wajah dan umur g ada pantes2nya jadi mahasiswa. Dan kalopun masih ada pertanyaan lagi semester berapa, dia masih bisa jawab "semester akhir", jawaban yang terdengar ambigu karena semester akhir itu bisa berarti banyak persepsi, tapi orang juga akan memaklumi jawaban itu. Coba kalo pengganguran, saat ditanya masalah status pekerjaan dia cuma bisa jawab "emmm,,,masih mencari kerja" dan percakapan selesai. 
G cuma berhenti dimasalah status pekerjaan, tapi masih ada banyak hal yang bisa bikin para pengganguran jadi SENSITIF... Apalagi dijaman social media seperti sekarang, dimana semua orang selalu men-share segala privasinya untuk umum. Update status itu udah kayak ngedipin mata, baru berapa detik udah update status. Yang bikin sensitif itu ketika ada update status kayak gini "lagi meeting di kantor ni, pengen kabur makan". Aku lebih pengen kabur kelaut setelah baca status kayak gitu.. Belum lagi kalo baca data pribadi diprofil orang2, bersiaplah untuk naik darah wahai pengganguran dimuka bumi ini ketika baca data pribadi mereka yang nulis secara lengkap mulai dari kantor, jabatan plus masa kerja dan bahkan ada juga yang sampe nulis pengalaman kerja. Apa maksudnya coba? Nulisnya macem2, ada juga yang kayak gini "manager di PT.Maju Mundur G Maju Lagi", "Customer Service di Organisasi Cewek Cantik"... Selain itu ada lagi yang bikin buka social media kayak facebook, twitter itu bikin gerah kepanasan, yaitu dimana kita liat secara langsung orang2 pada upload foto mereka pas lagi ditempat kerja, biasanya fotonya itu bernuansa pake Seragam Kantor yang sama trs album fotonya dikasih judul "Aktifitas di kantor". Bahkan ada juga orang2 yang ekstrim dengan upload foto name tag mereka sambil bergaya megang name tag nya... Salah satu fasilitas di facebook yang belakangan ini mulai terasa sangat menggangu yaitu dengan adanya fasilitas chatting. Dulu fasilitas ini aku rasakan sebagai salah satu media yang bisa bikin waktu itu berlalu dengan cepat, karena saat ngobrol sama temen atau gebetan mau berapa jam mantengin layar laptop seneng2 aja. Sedangkan sekarang, kalo ada orang yang mulai ngajak chatting itu akan sama artinya dengan mereka ngajak perang. Pertanyaan super nyebelin yang selalu aku temuin akhir2 ini adalah "sekarang kegiatannya apa???" rasanya kalo baca pertanyaan kayak gitu pengen cepet2 log out trs ngacir ke toliet nyalain shower biar badannya g kebakaran.
Entah kenapa jadi pengangguran itu bawaannya sensitif terus, liat orang pake seragam kerja bawaannya pengen cepet nutup mata pura2 g liat, ketemu orang pengennya ngumpet daripada harus jawab pertanyaan "sekarang kerja dimana?", dapet sms pengennya cepet2 dihapus sebelum baca pertanyaan masalah kerjaan. Hampir semuanya yang dulunya wajar sekarang jadi sesuatu yang bisa bikin mancing emosi. Belum lagi kalo ada orang yang kerjaannya itu memperkeruh suasana yang kalo diibaratkan seperti "ngubek-ubek air comberan". Misalnya saat kita udah jawab "belum kerja, ini masih nyari" kalo golongan orang yang sukanya memperkeruh suasana tadi tanggepannya bakalan melebar sampe ke negara tetangga "kok belum kerja, lowongan kerja kan banyak g nyari2 info di koran apa internet?, "emangnya mau kerja apa, kok blm dapet2?".. Orang tipe kayak gini asyiknya dibungkem pake duid biar diem. Jangan pernah menyepelekan para pengganguran disekitar kamu, karna sebenernya pengalaman mereka itu jauh lebih luas dari apa yang kalian pikir. Saking berpengalamannya para penggangur itu tau segala akses informasi tentang lowongan pekerjaan. G usah sok ngajarin suruh beli koran, karena g usah disuruh pun mereka juga udah jadi langganan harian koran tertentu walopun yang dibaca cuma dibagian info lowongan kerja. Dan g usah nyuruh searching di internet, karena bahkan mereka sampe hafal diluar kepala website tentang lowongan kerja. Apalagi lagi sampe nyuruh mereka ngelamar kerja, karna g perlu disuruh pun disetiap minggunya para penggangur itu punya schedule wajib yaitu test kerja mulai dari psycho test, wawancara, test tertulis, dll. Selain itu agenda wajib lainnya adalah "ngepostin lamaran", disini penggangur perlu muter otak juga buat menjadwal kantor pos mana yang belum dikunjungi biar jgn sampe dihafalin sebagai pengunjung rutin kantor pos tertentu...
Jadi kalopun sekarang banyak orang jadi pengganguran itu bukan karena mereka malas atau g mau berusaha, tapi karena mungkin nasib baik belum bersama mereka atau mungkin sesuatu yang besar itu menunggu waktu yang tepat untuk terjadi.     

Senin, 20 Agustus 2012

Happy Ied Fitri 2012

Diposting oleh fenty indrastuti di 08.11 0 komentar
Alhamdulilah tahun ini masih bisa ketemu lagi sama bulan yang paling dinanti2kan sama umat islam diseluruh penjuru dunia yaitu bulan Ramadhan. Perasaan antusias ketika menyambut bulan ini emang g pernah surut ditiap taunnya. Moment2 puasa itu emang ngangengin, dimulai dari sahur, ngabuburit, buka puasa, sholat tarawih sampe saat2 nyiapin kemenangan dibulan puasa yaitu Idul Fitri. Satu bulan rasanya terlalu singkat untuk moment ramadhan yang indah ini, karena disetiap harinya kita pasti disibukkan sama jadwal undangan diacara buka bersama. Mulai dari temen sekolah, temen maen, temen se gank, temen baru kenal, temen kampung, temen masa kecil dan segala macam istilah temen yang mendadak pada sms ngajak ketemu cuma buat acara BUKBER. Emang asik sih acara kayak gini, apalagi bisa ketemu sama temen yang udah lama bgt g ketemu, tapi tetep aja buat aku buka puasa paling nikmat itu tetep buka dirumah bareng keluarga meskipun dengan menu seadanya. 
Inget kata lebaran, buatku selalu ada yang berubah disetiap tahunnya. Waktu kecil dulu lebaran itu berarti dapet baju baru, dapet duid lebaran dari orang2, bebas makan gratis sepuasnya dan tentunya pertanda kebebasan lagi buat g puasa. Terlalu simple g sih pikiran anak kecil itu?? tapi saat aku udah g kecil lagi kayak sekarang rasanya mau lebaran ya gini2 aja.. G mikirin baju baru walaupun kalo dibeliin tetep aja senengnya g ketulungan, g dapet duid THR (Tunjangan Hari Raya) karena pantesnya itu ngasih bukannya dapet, liat makanan juga udah bosen krn tiap tahun udah hafal sama menu2 lebaran yang rasanya selalu seragam disetiap rumah.
Apapun alasannya, lebaran tetep jadi hari raya paling meriah buatku. Untuk tahun ini aku masih setia dengan rutinitas bikin kue lebaran. Hal ini didasari atas kesuksesan tahun lalu, gara2 kue lebaran yang aku buat (lebih tepatnya bikinan Ibuku) sukses menjadi tranding topic dikalangan tamu2 yang dateng. Sempet bangga juga sama bakat terpendam ibuku buat promosiin sesuatu, entah saking senengnya apa karena pengen dipuji, tiap tamu yang dateng ibuku slalu bilang "mari silahkan dimakan, yang ini bikin sendiri lho". Nah kalo uda gini pembahasan masalah kue bakalan panjang x lebar = Luas. Yang pasti meluas sampai tanya resep, sampe ke higienisannya. Dan saya pun hanya *menyimak____
Ini dia kue bikinanku yang uda dipatenkan sebagai maskot nya kue lebaran...  


Pose sama orang tua Tercinta dulu sebelum acara hunting makanan dimulai...

Kalo yang ini sama tante + sepupu
Keluarga besar (Dalam arti sebenarnya...)
Open House ^_^

Berhubung sekarang makanan lebaran dirumahku masih banyak terhidang, aku mau nglanjutin ngabisin dulu ya.. Selamat Hari Raya Idul Fitri buat semua yang merayakan dan Mohon Maaf Lahir batin.

Sabtu, 11 Agustus 2012

Kursus Komputer

Diposting oleh fenty indrastuti di 17.36 0 komentar
Rasanya terdengar terlalu sok bijaksana ketika aku bilang ikut kursus komputer hanya sekedar untuk menambah ilmu. Sebenernya niatan hati terdalam tujuan dari ngikutin kursus ini yaitu buat dapet sertifikat, jadi kalo melamar kerja setidaknya terlihat sedkit keren ada tambahan sertfikat komputer. Yaaaahhh,,, tepatnya dari bulan mei sampe juni 2012 kemaren aku punya kesibukan diluar rumah. Maklumlah dibulan-bulan itu kehidupanku memang sedang terkatung-katung. Mau dibilang mahasiswa tapi kok semua teori udah habis, mau nyari kerja tapi ijazah kuliah belum turun... Saat itu lah ide ke kreatifitasanku muncul, setidakknya dg ikut kursus ini waktu keluar rumah aku masih terlihat seperti mahasiswa dengan dandanan lengkap bersepatu dan ber tas. 

Singkat cerita selama sebulan itu aku punya kehidupan baru lagi, lingkungan baru dan tentu orang-orang baru dengan karakter yang berbeda. Buatku berada pada kondisi baru ini cukup membuatku belajar banyak hal. Kenapa??? karena ditempat kursus ini aku harus beradaptasi dengan lingkungan dimana aku menjadi kaum minoritas. Minoritas karena disini aku menjadi murid tertua diantara temen2 laen yang sebagian besar dari mereka baru lulus SMA tahun ini. Buatku berada pada golongan ini adalah sebuah kondisi yang sangat tidak nyaman. Aku terlahir jauh lebih dulu dari mereka, dimana keadaan dulu dan sekarang pastinya sangat berbeda. Aku yang dijaman ini masih mengidolakan suara Glen Fredly, sedangkan mereka mengidolakan smash. Mengenal mereka juga membuatku harus memeras otak ketika membaca sms dari mereka yang seolah-olah seperti harus memecahkan rumus matematika "C0r3, 9 p?" "Ea Mb, Lap3r BeUd"... :(" 
Tapi sebulan bersama mereka, mengajariku banyak hal, tentunya tentang pergaulan anak ABG jaman sekarang. Meskipun awalnya kurang nyaman tp setelah mengenal mereka aku enjoy menikmati pengalaman baru ini. Komunikasi yang nyaman g harus dari orang2 yang sepemikiran, tapi justru yang berbeda itu membuat komunikasi terjadi lebih seru. 

Berada disini membuatku merasakan jadi orang populer. LALALALA... hehehhe...

Waktu pertama kali aku dapet mawar, aku pikir mereka salah target, kedua kalinya aku pikir salah liat, tapi karena disini aku dapet mawar tiga kali aku berkesimpulan "orang yang ngasih itu punya selera cewek yang tinggi, dengan kesadaran dan tingkat penglihatan mereka yang tajam dan akurat. : D




Rabu, 08 Agustus 2012

My Graduation (Akhirnyaaaa....)

Diposting oleh fenty indrastuti di 18.03 0 komentar
Setelah cukup lama vakum dari dunia corat-coret di blog, akhirnya kali ini aku kembali datang dengan membawa berita yang cukup membahagiakan. (hmmm, meskipun msh sedikit bingung jg mau nulis darimana karena selama masa semedi itu bukan krn g ada cerita tp justru krn saking sibuknya. Yeahhh....).
Tepatnya hari sabtu tanggal 14Juli2012, hari yang sangat aku nantikan akhirnya tiba juga. Yap! hari itu aku telah dengan resmi berstatus Mantan Mahasiswa yang diwisuda dengan tujuan agar segera meninggalkan kampus tercinta ini. Kalo ngomongin soal menyandang gelar sarjana sebenernya udah dari bulan2 yg lalu diresmikan waktu yudisium dan kalo di bulan juli ini lebih tepatnya sebagai pesta perayaan dari pencapaian gelar yang dengan susah payah aku cari selama kurang lebih 4tahun ini. Dihari wisuda itu juga aku semakin yakin kalo namaku udah berubah jadi Fenty Indrastuti, S.S, setelah disaksikan ratusan pasang mata ketika dekan memindahkan kuncir toga dari kiri kekanan (Mohon jangan salah sangka S.S disini bukan Special Sambal dan bukan juga Super Sexy, tapi Sarjana Sastra).
Ternyata wisuda yang selama ini aku nanti2kan sungguh jauh dari apa yang aku bayangkan. Kalo tau acaranya kyk gini mungkin persiapannya g akan seheboh ini. Entah ini sudah tradisi atau emang aku yang lebay ya?? Tapi sudah jauh2 hari aku sudah mulai dipusingkan dengan jadwal "hunting kebaya", "booking salon", "nyari high heel", dan segala keribetannya. 
Hari wisuda tiba juga, aku menyambut hari itu dg semangat berapi-api  meskipun semalaman g tidur. Krn malem harinya harus menghadiri acara pelepasan wisuda dikampus sampai jam11 malem dan pagi harinya bangun jm3 pagi krn harus stand by di salon jam4 karena acara wisuda dimulai jam7 dan wisudawan hrs kumpul jam6 pagi. Meskipun semalem g tidur dan g makan aku msh tetep semangat krn aku yakin wisuda itu ya acara buat seneng2. Sampai akhirnya acara dimulai aku msh merasa antusias mengikuti acara yang ada. Satu dua jam aku msh bisa tersenyum, dan setelah 3 jam aku mulai bosan krn acaranya cuma sambutan2, 4jam kemudian aku merasa lapar krn ternyata wisudawan g dikasih makan apapun, dan 5jam kemudian aku mulai merasa sesak nafas efek dari kebaya yg aku pake terasa sangat menyiksa. 
Finally, acara selesai jam1.. G ada semangat sedikitpun yg tersisa, capek, laper, sesak nafas, gerah, itu yg aku rasakan. Yang aku rasakan saat itu gimana caranya cepet pulang trs copot kebaya yang membuatku jadi bernafas setengah2, menghapus riasan terutama bulu mata anti badaiku yang terasa berat, dan juga segera mungkin mengambil sebongkah nasi. 
Tapi aku masih tetap harus bertahan, g mungkin aku menyia2kan hari special ini dengan langsung pulang, aku harus foto2 dulu (sebenernya moment wisuda yang terpenting ya sesi ini krn semua perjuangan dari awal tujuannya cuma satu yaitu hanya untuk mendapatkan hasil foto yang bagus biar bisa dipajang dirumah dan kenang2an). 

Ini ni sedikit hasil yang bisa aku pamerin, tidak terlalu spektakuler memang. Hal itu disebabkan dari apa yg udah aku paparin diatas. Tapi yang penting adalah hasilnya,, Cekidot!

 
Orang paling berjasa dalam hidupku. 
Cuma Bapak sama Ibu anggota keluarga yang dateng diwisudaku

 Sama temen-temen...
 Maaf yang belum wisuda :) Semoga cepet nyusul ya

Temen Seperjuangan....

Setelah acara wisuda ini aku g mau berlarut-larut dalam kebahagian. Karena aku tau betul ini bukan puncak kebahagiaan melainkan sebuah titik awal dari sebuah perjalanan. Masih sangat banyak pekerjaan rumah yang mesti aku selesaikan. Karena dengan apa yang aku raih sekarang berarti semakin berat apa yang akan pikul. Tapi aku berharap jalan lurus dan mudah yang akan aku lewati setelah ini.

Kamis, 19 April 2012

Kakak

Diposting oleh fenty indrastuti di 04.27 0 komentar
Ini foto ku sama kakakku, banyak yang bilang kita mirip bahkan ada juga yang bilang kita kembar. Sekedar perkenalan nama lengkapnya "Irene Marga Listyaningsih" nama yg cukup panjang, tapi jadi sia2 karena seumur hidupnya semua keluarga manggil dia dengan sebutan "Aga" dan parahnya lagi tak satupun sanak keluarga yang tau kalo ternyata dia punya nama sekeren itu. Kasian memang...
Inti dari tulisan blog kali ini sebenernya g mau bahas masalah nama. Tapi sebenernya aku lagi kesepian ditinggal sama kakakku itu. Karena dia g cuma berperan sebagai kakakku tapi juga sahabat, temen main, temen cerita, dan juga penasehat pribadiku. Selama ini kita g pernah pisah jauh, paling2 kalo pisah maksimal cuma 3hari itupun krn acara sekolah seperti study tour, pesantren kilat, atau kemah. Tapi kali ini dia pergi g cuma dengan hitungan hari aja, karena dia kerja dalam waktu yang cukup lama. 
Ngomongin soal kakakku ini tentu aja g jauh2 juga dari hubungan ketidakharmonisan kita sebagai saudara karena aku selalu ngerasa iri sama dia. Mau flashback sebentar mengenang masa kecil dulu, jadi meskipun kita dibuat dari bibit yang sama tapi aku selalu menyesalkan karena hasil bibit yang sama itu ternyata membuahkan hasil yang berbeda. Aku selalu iri sama kakakku karena dia terlahir dengan otak pinter sedangkan aku engak. "Kalau ada ujian disekolah biasanya orang tuaku ngomel2 sama aku nyuruh belajar, tapi kalo sama kakakku ngomelnya suruh istirahat belajar dulu biar g capek". "Kalau penerimaan rapor, orang tuaku bakalan rebutan mau ngambilin rapornya kakakku krn dia pasti bakalan dapet ringking sedangkan aku engak". "Tiap pulang ambil rapor udah bisa ditebak dari ekspresi mereka, biasanya langsung ngasih selamat kakakku tapi bakalan bilang gini sama aku *itu rapornya dimeja, kata wali kelas suruh belajar yang rajin*." Tiap ujian nasional kakakku udah siap2 milih sekolah yang paling bagus, tapi aku bakalan pusing dulu mikir *aku lulus g y?*." Tiap mau nyari sekolah, kakakku selalu dapet sekolah favorit dengan nilai UAS melebihi standart masuk sekolah favorit dan aku selalu dapet sekolah karena nilai UAS mepet dan dihantui pikiran *kira-kira diterima g y?". 
Waktu kecil dulu, aku pikir kakakku adalah musuh terberatku tapi sekarang aku mulai merasa malu dengan keirian tanpa sebab itu, harusnya aku juga bangga dengan apa yang dia dapat. Selama ini aku g pernah bilang secara langsung sama dia betapa aku sayang sama dia karena tentu akan menimbulkan keGRan yang luar biasa tapi sejujurnya aku sangat mengagumimu kakak.        

Kamis, 12 April 2012

Pegawai Baru

Diposting oleh fenty indrastuti di 06.43 0 komentar
Di rental print langgananku hari ini aku ketemu sama pegawai yang buatku wajahnya masih sangat asing. Selama aku jadi pelanggan tetap di rental ini, emang aku belum pernah ngeliat orang itu. Tapi hari ini memaksaku untuk mengingat wajah mas penjaga rental print ini. Kenapa?? jangan pikirkan kalo aku merasakan benih-benih cinta atau mengagumi dia atau bau-bau pinkpink hati lainnya ya. Ceritanya hari ini aku mau print paperku dari awal sampe akhir, saat itu aku baru tau kalo ternyata penjaga baru itu bertugas menata kertas biar jadi 1 tumpukan rapi.
Percakapan:
Aku: Mas, udah semua belum?
Pegawai baru: Sebentar mbk, ini baru saya tata.
Aku: *menunggu*
Pegawai baru: Mbk, kok yang "KAPSTER" empat belum ada y?
Aku: ???? ("KAPSTER?" apa print langgananku sekarang berubah jadi salon ya?)
Pegawai baru: yang kapster dua halaman 18 juga belum ada mbk
Aku: *melihat sekeliling* Dan aku yakin betul ini adalah rental print. Aku baru sadar ternyata mas pegawai baru ini membaca "CHAPTER" dengan "KAPSTER". 
Alhasil, selama proses penge-print-an berlangsung dari awal sampai selasai aku mulai menyesuaikan ucapan pegawai baru dengan istilah "KAPSTER". Memang masih terdengar aneh tapi unik juga. hehehhe.. Bahasa inggris memang sering membuat orang salah paham untuk membaca, aku juga g tau kenapa dalam bahasa inggris ada kaidah-kaidah tertentu yang membuat kata sering dibaca tidak konsisten. Kadang C dibaca K tapi kadang juga C ya dibaca sesuai hurufnya.Contoh lainnya ni, kata "cup" yang dibaca "kap". Kenapa bukan cup aja sesuai hurufnya. Efek dari ketidak konsistennya cara baca yang sering bikin salah paham ini benar-benar kualami hari ini. Mungkin bisa jadi ketika orang keliru menyebut "Kap" jadi "cup" aku bakalan GR duluan. Karena aku akan berpikir dia mengucapkan salam sayang alias "cup cup emuach".


Minggu, 08 April 2012

DaG...diG..dUg..DuaRrr

Diposting oleh fenty indrastuti di 08.13 0 komentar

Jantung ini terus berdegup kencang ketika harus membayangan apa yang terjadi ketika dipendadaran alias sidang skripsi. Aku memasuki ruangan sidang skripsi dengan mata kantuk karena beberapa hari dilanda susah tidur/mimpi buruk dan bibir pucat karena tak merasakan nafsu makan seperti hari2 sebelumnya. Didalam ruang skripsi sudah ada tiga orang penguji yang nampak lebih menyeramkan dibandingkan hari sebelumnya yang siap memberondongku (sendirian) dengan pertanyaan2. Aku mulai membayangkan pertanyaan macam apa yang nantinya akan mereka lontarkan, dan memikirkan bagaimana cara menjawab pertanyaan2 itu dengan pemahamanku yang bisa dibilang minimalis. Tapi mau g mau hari ini harus aku lewati apapun yang terjadi.

Penguji 1: baik untuk mempersingkat waktu silahkan dimulai saja. 
Aku        : Assalamualaikum Wr Wb
Penguji 2: Loh, bukan kamu mb tapi sambutan dari chairperson.
Aku        : *Senyum sambil menahan malu dan mencoba menyembunyikan wajah*
Penguji 2: *tersenyum* terlalu bersemangat ya mb?

*********************************************

Tak kalah hebatnya seperti tadi waktu memasuki ruang skripsi jantung ini semakin cepat berdegup. Omong kosong, ketika teman2ku bilang “tenang aja, nanti kalo udah diruangan bakalan santai kok”. Ternyata ucapan itu hanya tipuan, nyatanya dari awal bahkan sampai akhir sidang, ritme detak jantung ini semakin cepat berdegup sampai muncul kekhawatiran kalo2 jantung ini bakalan copot dari tempatnya bergantung. Kecemasan semakin memuncak ketika menyadari waktu terasa lama berputar, dan ruangan ber AC pun tak mampu menghambat keringat ini keluar dari pori2 kulitku. Mereka tetap saja bertanya dengan pertanyaan2 yang semakin membuatku sesak nafas. Sampai akhirnya pada kata “baik kalo begitu saya cukupkan” kalimat itu berhasil membuatku kembali bernafas, kembali melihat semuanya dengan jelas.

Dan sampai juga akhirnya pada pengumuman nilai.. Kembali keseimbanganku mulai goyah, tapi kembali stabil ketika mendengarkan hasil yang kudapatkan mendapatkan nilai yang sangat memuaskan. *dan diakhiri dengan gerakan akrobatik goyang dombret, pertanda bisul udah meletus*
 

my life...my story Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea